PANGKALPINANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi penyusunan perencanaan Program Adiwiyata tingkat provinsi, di ruang rapat lantai II Kantor DLHK Babel, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DLHK Babel, Amransyah Muslimin, ST, MT, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan perangkat daerah, satuan pendidikan, hingga pihak terkait lainnya.
Rakor ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan dan implementasi Program Adiwiyata sebagai langkah strategis dalam mendorong terwujudnya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Dalam arahannya, Amransyah Muslimin menegaskan bahwa Program Adiwiyata memiliki peran penting dalam menjawab tantangan krisis lingkungan hidup dan perubahan iklim yang semakin nyata. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
“Melalui Program Adiwiyata, kita mendorong sekolah untuk mengintegrasikan prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ke dalam kebijakan, kurikulum, serta kegiatan pembelajaran dan partisipatif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa implementasi Program Adiwiyata menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat lokal. Berbagai aksi nyata di lingkungan sekolah, seperti pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, efisiensi energi dan air, serta kegiatan penghijauan dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pelestarian lingkungan.
Selain itu, rakor ini menekankan pentingnya integrasi Program Adiwiyata ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Hal ini diperlukan agar program tersebut tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari kebijakan strategis daerah dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan serta lahir inovasi-inovasi baru dalam memperkuat implementasi Program Adiwiyata di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menjadi pusat perubahan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.



